Jumat, 04 Januari 2019

Kendali dan Audit Sistem Informasi


ANALISIS KINERJA SISTEM
(Kendali dan Audit Sistem Informasi)







                                                Nama   : Cindy Oktavia Wulandara
                                                NPM   : 11115510
                                                Kelas   : 4KA01
                                                Dosen  : Yulia Chalri






Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018




PRETEST

1. Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut? 

Jawab :
'Proses Pencapaian Tujuan' merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisasi, dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya suatu kegiatan manajemen disebut manajer. 
Dengan konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak pada lapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Pengorganisasian yang paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah pengorganisasian orkes simponi. Organisasi ini sepenuhnya akan digerakan oleh dinamika para pekerja (ujung tombak) sesuai spesialisai masing-masing. Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yang serasi dibutuhkan seorang manajer yang berfungsi sebagai konduktor.


POSTEST

2. Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus. Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan!
  
Jawab :
Area Pengendalian ada 15 yaitu :
1. Integritas Sistem
a. Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user.
b. Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yang auditable.
c. Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan.
d. Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan.
e. Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan.
f. Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh.

2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
a. Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem.
b. Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.
c. Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang
berkesinambungan.

3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
a. Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem.
b. Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.

4. Backup dan Recovery
a. Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran).
b. Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

5. Contigency Planning
a. Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman.
b. Terhadap fasilitas pemrosesan SI.
c. Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.

6. System S/W Support
a. Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasi. Dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
b. Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (system wide logical security).

7. Dokumentasi
a. Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem.
b. Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi.
c. Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.

8. Pelatihan atau Training
a. Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya.
b. Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.

9. Administrasi
a. Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metode job accounting dan/atau charge out yang digunakan.
b. Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.

10.Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
a. Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi.
b. Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan.
c. Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.

11.Operasi
a. Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
b. Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
c. Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.

12.Telekomunikasi
a. Review terhadap logical and physical access controls.
b. Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI).
c. Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.

13.Program Libraries
a.Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
b. Terdapat review atas prosedur quality assurance.

14.Application Support (SDLC)
a. Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
b. Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen.
c. Proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
d. Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.

15.Pengendalian Mikrokomputer
a. Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki.
b. Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.

Selasa, 06 November 2018

Memeriksa Sistem Informasi



ANALISIS KINERJA SISTEM
(Memeriksa Sistem Informasi)



  

                   Nama      : Cindy Oktavia Wulandara
                   NPM       : 11115510
                   Kelas       : 4KA01
                   Dosen      : Yulia Chalri




UNIVERSITAS GUNADARMA

2018











PRETEST
Jelaskan apa yang anda ketahui mengenai evaluasi/audit sistem informasi!

Jawab :

Dari berbagai sumber yang saya kumpulkan, dapat disimpulkan bahwa Audit Sistem Informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah suatu sistem komputer dapat memelihara integritas data, mengamankan aset, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

POSTEST
       1. Jelaskan tiga aspek kata kunci pada definisi control!
       2. Jelaskan juga langkah-langkah dalam perencanaan audit!

Jawab:

      1. Tiga Aspek Kata Kunci Definisi Kontrol :
a.       Pengendalian adalah sebuah sistem, yang memiliki arti bahwa suatu kontrol terdiri dari     sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk     menyelesaikan suatu maksud atau tujuan.
b.    Keabsahan/kebenaran dari suatu kegiatan,  yang berarti keabsahan kegiatan dapat muncul jika tidak ada otorisasi (unauthorized), tidak akurat (inaccurate), tidak lengkap (incomplete), redundansi (redundant), tidak efektif (ineffective) atau tidak efisien (inefficient) pemasukan data kedalam sistem.
c.   Pemeriksaan digunakan untuk mencegah, mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) kejadian / peristiwa yang tidak sesuai dengan aturan / hukum.

     2.  Langkah-Langkah Dalam Perencanaan Audit :
·         Menetapkan ruang lingkup dan tujuan audit.
·         Mengorganisasikan tim audit.
·         Memahami tentang operasi bisnis klien.
·         Mengkaji ualgn hasil audit sebelumnya.
·         Menyiapkan program audit.

Jumat, 20 Oktober 2017

Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan

Oleh : Cindy Oktavia Wulandara

Di era yang semakin maju dan modern ini, kita mengenal banyak sekali jenis teknologi yang semakin mampuni untuk membantu pekerjaan manusia. Pertanyaannya adalah dapatkah manusia menciptakan kecerdasaan yang nyaris setara dan serupa dengan manusia? Atau yang sekarang kita kenal dengan kecerdasan buatan. Ya tentu saja bisa, sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang diciptakan manusia untuk memudahkan kehidupan manusia diera peradaban modern ini.
Kecerdasan Buatan atau dalam bahasa Inggris disebut Artificial Intelegent adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan tersebut (https://rehulina.wordpress.com/2009/08/05/pengertian-kecerdasan-buatan/, http://dewiadaminfo5.blogspot.co.id/, http://kelompok6-ia15.blogspot.co.id/2010/10/kecerdasan-buatan-artificial.html)
Banyak jenis kecerdasan buatan yang telah diciptakan oleh manusia, lingkup utama kecerdasan buatan meliputi:
1.      Sustem pakar. Komputer digunakan sebagai saran untuk menyimpan pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan masalah dengan meniru keahlian yang dimiliki para pakar.
2.      Pengolahan bahasa alami. Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user mampu berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
3.      Pengenalan ucapan. Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia mampu berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara.
4.      Robotika dan Sistem sensor.
5.      Computer vision, mencoba untuk dapat mengintrepetasikan gambar atau objek-objek tampak melalui computer.
6.      Intelligent Computer aid Instruction. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
Pertanyaan selanjutnya, mungkinkah manusia menciptakan kecerdasan buatan yang lebih cerdas dari manusia itu sendiri? Jawabannya adalah mungkin saja.  AI yang sekarang berkembang hampir disemua disiplin ilmu sudah memiliki kecerdasan nyaris setara dengan sang pembuat. Bahkan perkembangan AI yang sangat pesat dan cepat juga menimbulkan banyak kecemasan baik dari kalangan masyarakat biasa maupun dari kalangan ilmuwan itu sendiri sebut saja Elon Musk yang seorang jenius teknologi dan juga Stephen Hawking seorang fisikawan jenius. Mereka berpendapat bahwa bukan tidak mungkin jika nantinya kecerdasan buatan akan mampu menandingi manusia, atau bahkan melampaui manusia, sehingga segala jenis pekerjaan dan segala bidang benar-benar diambil alih oleh mesin ciptaan manusia itu sendiri (https://www.kompasiana.com/pratomoyudha/kecerdasan-buatan-dan-masa-depan-manusia_57038dbc397b615307f874d0).  Dilansir dari Livescience pada tanggal 8 Mei 2013, para ahli bahkan secara blak-blakan meyakini ingularitas atau saat kecerdasan buatan menyamai bahkan melebihi manusia, bisa terjadi dalam 16 tahun. Tapi ada ahli lain yang berbeda soal kapan dan bagaimana singularitas akan terwujud. 
Seorang futuris bernama Ray Kurzweil, dalam bukunya "The Singularity is Near: When Humans Transcend Biology", memprediksi pada 2029 komputer akan sepandai manusia dan pada 2045, komputer dapat miliaran kali lebih hebat dari kecerdasan manusia tanpa bantuan. Bill Hibbard, ilmuwan komputer di University of Wisconsin-Madison, tidak berani memprediksi. Tapi Hibbard tetap yakin kecerdasan buatan akan memiliki tingkat kecerdasan manusia beberapa kali di abad ke-21 (http://www.viva.co.id/digital/411421-futuris-2045-komputer-bisa-lebih-cerdas-dari-manusia).





Sumber lainnya :


Minggu, 07 Mei 2017

Jurnal Softskill

Analisis Minat Pengunjung Mencari Informasi Menggunakan Website Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perdagangan Berdasarkan Total Quality Management


Cindy Oktavia Wulandara (11115510)
Universitas Gunadarma, Jl. Margonda Raya 100, Depok Jawa Barat
Jurusan Sistem Informasi, Universitas Gunadarma, Depok


ABSTRAK

Penelitian yang dilakukan sebagai sarana untuk mencari tahu minat dan keinginan dari user dari berbagai profesi, gender, dan jenjang usia dalam mengunjungi berbagai situs milik pemerintah tingkat nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang menggunakan suatu situs internasional yaitu situs Alexa.com yang digunakan untuk mencari tahu traffic statistic pengunjung di https://www.kemdikbud.go.id/, www.kemenpar.go.id/, dan  www.kemendag.go.id/en. Digunakan untuk membandingkan peringkat dan jumlah pengunjung ketiga situs tersebut. Sehingga ditemukan fakta bahwa situs Kementerian Pendidikan adalah yang paling banyak mendapat kunjungan dari user. Sedangkan situs milik Kementerian Pariwisata masih mengalami minim pengunjung. Dalam jurnal ini digunakan metode pengamatan menggunakan website khusus yang dapat digunakan untuk mengecek traffic statistic secara berkala dan juga menggunakan studi literatur dari beberapa jurnal contoh yang berhubungan dengan tema terkait. Setelah dianalisis dan diamati, ketiga situs website ini dianggap cocok menggunakan model ISO 9000 dan Balanced Scorecard karena bersifat fleksibel, dan memiliki mutu internasional yang memudahkan user untuk menggunakannya website tersebut.

 search : alexa, traffic, kementerian pendidikan, kementerian pariwisata, kementerian perdagangan
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa dampak sendiri bagi masyarakat diberbagai aspek dan jenjang usia. Salah satu kemudahan yang ditawarkan diera digital saat ini adalah kemudahan dalam mendapatkan informasi terbaru dan termuktahir. Dengan kemudahan tersebut menarik perhatian penulis untuk meneliti tiga situs milik negera yaitu milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, milik Kementerian Olahraga dan Pariwisata, serta milik Kementerian Perdagangan. Penulis merasa ketiga situs disebutkan di atas memiliki andil yang cukup besar dalam mencari informasi mengenai bidang terkait. Salah satu contohnya adalah saat menjelang ujian nasional yang lalu, jumlah pengunjung di situs Kementerian Pendidikan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Menggunakan situs Alexa.com penulis mencoba mengamati jumlah pengunjung diberbagai situs tersebut. Alasan penulis memilih tiga situs ini adalah karena ketiga situs ini dianggap yang paling memungkinkan memiliki jumlah pengunjung banyak. Situs Kementerian Pendidikan ramai dikunjungi oleh para pelajar ataupun mahasiswa yang mencari informasi mengenai beasiswa dan lain sebagainya. Situs Kementerian Pariwisata ramai dikunjungi oleh para calon wisatawan ataupun wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang mencari informasi mengenai berbagai potensi dan objek wisata yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk situs Kementerian Perdagangan banyak didominasi oleh para pengusaha yang ingin mengetahui perkembangan ekonomi dalam sektor perdagangan baik impor maupun ekspor.
Disamping itu analisis mengenai website milik pemerintah ini juga penulis hubungkan dengan Total Quality Management untuk mengetahui mana model yang paling cocok untuk diimplementasikan kepada ketiga website tersebut.


B.   TUJUAN

Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya :
Untuk mencari tahu tinggi rendahnya minat user dalam mengujungi situs milik pemerintahan.
- Untuk mencari tahu situs pemerintahan yang paling banyak dikunjungi oleh user
- Untuk mecari tahu hubungan antara situs milik pemerintah dan metode yang digunakan dalam penelitian
- Sebagai salah satu tugas yang harus dikerjakan dalam pemenuhan SKS salah satu mata kuliah didalam semester 4

C.   METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan suatu website yaitu Alexa.com yang membantu untuk menganalisa dan meneliti traffic statistic pengunjung ditiga situs pemerintahan yaitu milik Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perdagangan. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tingkat pengunjung yang diberikan jangka waktu beberapa minggu untuk melihat perkembangan dan kemajuan dari minat pengunjung yang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi pada saat ini.
Untuk mencocokannya dengan model yang ada di TQM, penulis juga menggunakan metode studi literatur  untuk membandingkan dan menganalisa beberapa jurnal terkait TQM itu sendiri untuk mencocokkan dan menentukan model mana yang sesuai untuk diimplementasikan kepada ketiga website tersebut.


D.   HASIL DAN PEMBAHASAN

            Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa jurnal ini akan membahas tentang minat dan ketertarikan pengunjung pada situs milik pemeritahan. Situs yang akan kita bahas satu persatu adalah Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perdagangan. Serta akan dipaparkan mengenai analisa model Total Quality Management apa yang sesuai dengan ketiga situs website ini.

a.      Kementerian Pendidikan
Traffic Statistic Kementerian Pendidikan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 1.1

Gambar 1.1 menunjukkan peringkat https://www.kemdikbud.go.id/. Pada tingkat dunia menduduki peringkat 2.689. Sedangkan untuk ditingkat nasional, situs ini menduduki peringkat ke 61. Dan tingginya jumlah pengunjung terjadi pada awal tahun, yaitu pada bulan Januari.

Traffic Statistic Kementerian Pendidikan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.

Gambar 1.2
Gambar 1.2 menunjukkan peringkat https://www.kemdikbud.go.id/. Pada tingkat dunia menduduki peringkat 2.715. Sedangkan untuk ditingkat nasional, situs ini menduduki peringkat ke 68, dan ini mengalami penurunan dari peringkat sebelumnya. Namun kenaikan jumlah pengunjung terjadi cukup signifikan dari bulan Januari sampai bulan April.

Traffic Statistic Kementerian Pendidikan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 1.3
Gambar 1.3  menunjukan lokasi-lokasi dari para pengunjung yang mengunjungi situs https://www.kemdikbud.go.id/ . Lima negara teratas tempat para pengunjung berada adalah Indonesia sebanyak 85,9%, Inggris sebanyak 4,0%, Belanda sebanyak 3,6%, Singapura sebanyak 2,7%, Amerika Serikat sebanyak 2.2%.
Traffic Statistic Kementerian Pendidikan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.

Gambar 1.4
Gambar 1.4 menunjukan lokasi-lokasi dari para pengunjung yang mengunjungi situs https://www.kemdikbud.go.id/ . Lima negara teratas tempat para pengunjung berada adalah Indonesia sebanyak 88,4% dan Inggris sebanyak 4,1%, persentase ini mengalami peningkatan dari grafik pada pengamatan sebelumnya. Sedangkan Belanda sebanyak 2,4%, Singapura sebanyak 2,0%, Amerika Serikat sebanyak 1.6%, persentase ini mengalami penurunan dari grafik pada pengamatan sebelumnya.


Traffic Statistic Kementerian Pendidikan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 1.5
Gambar 1.5 menunjukkan keyword apa saja yang ada di https://www.kemdikbud.go.id/ yang digunakan oleh pengunjung. Keyword KBBI berada diurutan pertama dengan presentasi 19,66%. Diurutan kedua keyword pencarian NISN dengan presentasi 5,45%, kemudian disusul oleh keyword dapodikdasmen pada urutan ketiga dengan presentase 4,88%. Terakhir diurutan keempat dan kelima berurutan keyword verval pd dengan presentase 3,81% dan verval ptk 2,86%.

Traffic Statistic Kementerian Pendidikan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.

Gambar 1.6
Gambar 1.6 menunjukkan keyword apa saja yang ada di https://www.kemdikbud.go.id/ yang digunakan oleh pengunjung. Keyword KBBI berada diurutan pertama dengan presentasi 8,96%. Diurutan kedua keyword dapodikdasmen dengan presentase 2,37%. Pada urutan ketiga keyword NISN dengan presentase 2,29%. Diurutan keempat ada keyword Info gtk dengan presentase 1,48% dan diurutan kelima ada keyword verval pd dengan presentase 1,36%.

b.      Kementerian Pariwisata
Traffic Statistic Kementerian Pariwisata di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 1.7
Gambar 1.7 menunjukkan peringkat https://www.kemenpar.go.id/. Pada tingkat dunia menduduki peringkat 208,527. Sedangkan untuk ditingkat nasional, situs ini menduduki peringkat ke 3,070. Dibulan April hingga Oktober tahun 2016, jumlah pengunjung nampak stabil, namun mengalami penurunan yang cukup drastis pada bulan Januari 2017.

Traffic Statistic Kementerian Pariwisata di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.

Gambar 1.8
Gambar 1.8 menunjukkan peringkat https://www.kemenpar.go.id/. Pada tingkat dunia mengalami peningkatan yang cukup bagus yaitu dengan menduduki peringkat 174,803. Sedangkan ditingkat nasionalnya sendiri mengalami penurunan, situs ini menduduki peringkat ke 3,181. Dibulan April 2017, traffic pengunjung kembali mengalami kenaikan.

Traffic Statistic Kementerian Pariwisata di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 1.9
Gambar 1.9  menunjukan lokasi-lokasi dari para pengunjung yang mengunjungi situs https://www.kemenpar.go.id/ . Lima negara teratas tempat para pengunjung berada adalah Indonesia sebanyak 82,4%, Inggris sebanyak 3,8%, Belanda sebanyak 3,5%, Singapura sebanyak 3,2%, Amerika Serikat sebanyak 2.8%.

Traffic Statistic Kementerian Pariwisata di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.


Gambar 1.10

Gambar 1.10 menunjukkan penurunan dari jumlah pengunjung situs ini. Hanya ada dua negara lokasi pengunjung ke situs Kementerian Pariwisata ini. Untuk Indonesia sendiri memiliki presnstase 83,0% yang mana mengalami kenaikan dari pengamatan sebelumnya. Sedangkan dinegara kedua ada Belanda dengan presentase 4,0%.

Traffic Statistic Kementerian Pariwisata di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 2.1
Gambar 2.1 menunjukkan keyword apa saja yang ada di https://www.kemenpar.go.id/ yang digunakan oleh pengunjung. Keyword kemenpar berada diurutan pertama dengan presentasi 14,33%. Diurutan kedua keyword I gole pitana dengan presentase 8,51%. Pada urutan ketiga keyword kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif dengan presentase 7,22%. Diurutan keempat ada keyword kementerian pariwisata dengan presentase 5,46% dan diurutan kelima ada keyword wisatawan mancanegara dengan presentase 4,59%.


Traffic Statistic Kementerian Pariwisata di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.


Gambar 2.2
Gambar 2.2 menunjukkan keyword apa saja yang ada di https://www.kemenpar.go.id/ yang digunakan oleh pengunjung. Pada pengamata kedua ini, semua keyword mengalami penurunan jumlah pengunjung. Keyword lpsi pariwisata berada diurutan pertama dengan presentasi 4,28%. Diurutan kedua keyword wisatawan mancanegara dengan presentase 1,40%. Pada urutan ketiga keyword I gde pitana dengan presentase 1,14%. Diurutan keempat ada keyword proyek tender di kementerian pariwisata dengan presentase 1,02% dan diurutan kelima ada keyword kemenpar dengan presentase 0,96%.

c.       Kementerian Perdagangan
Traffic Statistic Kementerian Perdagangan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 2.3
Gambar 2.3 menunjukkan peringkat https://www.kemendag.go.id/. Pada tingkat dunia menduduki peringkat 73,881. Sedangkan untuk ditingkat nasional, situs ini menduduki peringkat ke 1,154. Puncak tertinggi jumlah pengunjung terjadi diantara jangka waktu bulan Juli sampai bulan Oktober 2016. Namun memasuki awal tahun di Januari 2017 mengalami penurunan jumlah pengunjung.

Traffic Statistic Kementerian Perdagangan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.

Gambar 2.4
Gambar 2.4 menunjukkan peringkat https://www.kemendag.go.id/. Pada tingkat dunia menduduki peringkat 75,083. Sedangkan untuk ditingkat nasional, situs ini menduduki peringkat ke 1,280. Dari bulan Januari mengalami kenaikan secara perlahan sampai pada bulan April.

Traffic Statistic Kementerian Perdagangan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 2.5
Gambar 2.5 menunjukan lokasi-lokasi dari para pengunjung yang mengunjungi situs https://www.kemendag.go.id/ . Lima negara teratas tempat para pengunjung berada adalah Indonesia sebanyak 84,1%, Singapura sebanyak 2,6%, Belanda sebanyak 2,4%, Amerika Serikat sebanyak 1,7%, dan Kanada sebanyak 1,5%.

Traffic Statistic Kementerian Perdagangan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.

Gambar 2.6
Gambar 2.6 menunjukan lokasi-lokasi dari para pengunjung yang mengunjungi situs https://www.kemendag.go.id/ . Lima negara teratas tempat para pengunjung berada adalah diperingkat pertama masih ada Indonesia dengan persentase 87,8%, diurutan kedua ada Inggis dengan persentase 3,2% yang pada pengamatan sebelumnya tidak masuk dalam lima besar, kemudian diurutan ketiga ada Belanda dengan persentase 1,8%, dan diurutan keempat ada Singapura dengan persentase 1,6%, dan diurutan terakhir ditempati oleh Amerika Serikat dengan persentase 1,3%.


Traffic Statistic Kementerian Perdagangan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 18 Maret 2017.

Gambar 2.7
Gambar 2.7 menunjukkan keyword apa saja yang ada di https://www.kemendag.go.id/ yang digunakan oleh pengunjung. Keyword login ska berada diurutan pertama dengan presentasi 27,56%. Diurutan kedua keyword inatrade dengan presentasi 11,38%, kemudian disusul oleh keyword e-ska pada urutan ketiga dengan presentase 5,93%. Terakhir diurutan keempat dan kelima berurutan keyword kementerian perdagangan dengan presentase 3,89% dan angka pengenal impor dengan persentase 2,76%.

Traffic Statistic Kementerian Perdagangan di Alexa.com yang diambil pada tanggal 05 Mei 2017.




Gambar 2.8
Gambar 2.8 menunjukkan keyword apa saja yang ada di https://www.kemendag.go.id/ yang digunakan oleh pengunjung. Keyword login ska masih berada diurutan pertama namun mengalami penurunan dengan presentasi 4,57%. Diurutan kedua keyword inatrade dengan presentasi 1,74%, kemudian disusul oleh keyword sipt kemendag pada urutan ketiga dengan presentase 1,69%. Terakhir diurutan keempat dan kelima berurutan keyword e-ska dengan presentase 0,89% dan kementerian perdagangan dengan persentase 0,83%.

Hubungan Dengan Total Quality Management
Berdasarkan data yang telah dirangkum dan diamati pada ketiga situs tersebut, model dari TQM yang paling sesuai dengan jenisnya adalah ISO 9000 dan Balanced Scorecard.
ISO 9000 adalah salah satu model yang fleksibel dan memiliki standar mutu yang sesuai. Standar mutu tersebut dapat memberikan pesan aktual dan potensial kepada pelanggan, bahwa institusi menggunakan mutu secara serius, dan bahwa kebijakan serta praktiknya sesuai dengan standar mutu nasional dan internasional. Sehingga ketika model ini diimplementasikan kepada situs milik pemerintah, akan memudahkan user baik yang lokal maupun mancanegara, menemukan apa yang dibutuhkan didalam situs tersebut. Selain itu  penerapan dari ISO 9000 digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dari user (Chatab, 1997).
Sedangkan Balanced Scored sesuai dengan ketiga situs dikarenakan model ini adalah sebuah perencanaan strategis dan sistem manajemen yang digunakan secara ekstensif dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk kegiatan usaha untuk menyelaraskan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja organisasi terhadap strategis tujuan, sehingga cocok untuk dipakai didalam situs pemerintahan sekalipun. Beberapa alasan mengapa model ini bagus untuk diterapkan pada ketiga situs pemerintahan tersebut, diantaranya karena meningkatkan fokus pada strategi dan hasil, meningkatkan kinerja organisasi dengan mengukur apa yang penting, fokus pada faktor pendorong kinerja masa depan. Maksudnya dengan melihat hal-hal tersebut, kita dapat membandingkan dan menganalisa kekurangan dari website dan alasan mengapa jumlah pengunjung terus menurun, sehingga untuk kedapannya, kita dapat meminimalisir kekurangan dari website, dan memenuhi kebutuhan dari pengunjung.


Kesimpulan
          Berdasarkan hasil traffic statistic yang ditampilkan oleh Alexa.com dalam jangka waktu dari 18 Maret 2017 hingga 05 Mei 2017 dapat disimpulkan bahwa situs website yang paling banyak dikunjungi adalah situs Kementerian Pendidikan yang secara berturut-turut menduduki peringkat 2.689 dan 2.715 pada peringkat internasional, dan menduduki peringkat 61 dan 68 pada peringkat nasional. Diurutan kedua ditempat oleh Kementerian Perdagangan yang pada peringkat internasional menduduki peringkat  73.881 dan 75.083, sedangkan pada peringkat nasional menempati posisi ke 1.154 dan 1.280. Dan situs yang paling jarang dikunjungi adalah situs Kementerian Pariwisata yang menduduki peringkat 208.527 dan 174.803 diperingkat internasioanl dan peringkat 3.070 dan 3.181 diperingkat nasional.
            Kemudian dapat dilihat lokasi user di beberapa negera yang rutin mengunjungi situs-situs milik pemerintah ini selain di Indonesia itu sendiri, adapun negara-negara tempat user tersebut berada adalah Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Singapura dan Kanada. Dan kita juga dapat melihat keyword apa saja yang paling populer dicari ketiga situs tersebut.
            Untuk model yang cocok dengan ketiga website ini adalah ISO 9000 dan Balanced Scorecard karena kedua model ini memiliki banyak manfaat dan kelebihan yang dapat membantu admin dari website pemerintah tersebut untuk memantau apa yang dibutuhkan user saat mengakses website tersebut, sehingga segala kekurangan terkait website tersebut dapat diminimalisir dan performa dari website itu tersebut dapat ditingkatkan..Selain itu kedua model ini memiliki sifat yang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan juga memiliki standar mutu internasional, sehingga user lokal maupun dari mancanegara dapat mengakses dengan mudah dan dapat mencari informasi yang mereka butuhkan dengan mudah.

Saran
Masih kurangnya minat user untuk mengunjungi situs pemerintahan tersebut bisa disebabkan karena tampilan yang monoton dan kurang user friendly, sehingga kurang menimbulkan minat untuk mengunjunginya. Dan diharapkan melalui analisis kekurangan dari website dan mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh user dan membantu mereka menemukan informasi yang dicari, sesuai dengan keyword yang popular dimasing-masing situs. Selain itu dengan rajin mengecek naik turunnya traffic statistic diwebsite tersebut guna meningkatkan performa dan kinerja website. Kemudian ketiga situs tersebut saat ini telah memiliki sebuah website yang dinamis, namun belum sepenuhnya sempurna, sehingga peneliti lain dapat melengkapi kekurangan tersebut sesuai kebutuhan. Untuk saat ini sistem yang dapat dirancang dan dibangun adalah pengelolaan isi website dan pengelolaan email. Yang sebenarnya dapat dikembangkan lebih jauh untuk diintegrasikan dengan Sistem Informasi

Daftar Pustaka
Oktavia Cindy, Putri Jasmine, Arief Hanif, Presetyo Aldi, Dzakiy Rachmawati.(2017).Analisis Website Pemerintah milik Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perdagangan menggunakan Alexa.com

Oktavia Cindy, Putri Jasmine, Arief Hanif, Presetyo Aldi, Dzakiy Rachmawati.(2017).Total Quality Management